AUL: The Forgotten Wolf
"Ketika Mitos Desa Menjadi Cermin Ketakutan Manusia."
Di sebuah desa yang membentang di bawah bayang-bayang pembangkit listrik tenaga panas bumi, sebuah milisi lokal menguasai ketertiban umum sebagai kedok atas operasi ilegal mereka. Suatu malam, konfrontasi dengan Mala (50)—seorang ayah yang mulai mempertanyakan kekuasaan mereka—berakhir dengan pembunuhannya.
Beberapa jam sebelumnya, Mala sempat menitipkan alat musik karinding miliknya kepada sang putra, Gal (25), seolah mewariskan sebuah misi terakhir. Setelah menyaksikan kematian ayahnya, Gal menuduh milisi tersebut, namun tak seorang pun warga yang mempercayainya. Dipandu oleh suara karinding, Gal melangkah ke dalam ranah di mana mitos dan realitas menyatu untuk membongkar kebenaran serta membangkitkan kembali nurani masyarakatnya yang telah lama tertidur.
Sir Bandera
Sebagai sutradara yang lahir dan dibesarkan di daerah pegunungan, saya tumbuh dalam cerita rakyat yang mengajarkan cara merawat dan mengelola alam secara bijaksana. Cerita ini bukan sekadar dongeng, melainkan fondasi etik penjagaan ekosistem yang diwariskan lintas generasi. Namun, arus modernisasi dan derasnya arus informasi tanpa saring membuat kearifan lokal ini perlahan surut, bahkan dianggap tabu dan ditinggalkan. Di sisi lain, ancaman terhadap ruang hidup kami kian nyata. Di kampung halaman saya, proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi telah berdiri, memicu bencana ekologis yang merusak dan terasa dampaknya. Lebih dari itu, hadirnya proyek tersebut juga melahirkan bencana sosiologis yang tidak kalah merusak, meretakkan kohesi sosial, memecah belah warga, dan mencabut masyarakat dari akar kebudayaannya. Melalui film ini, saya ingin menghidupkan kembali narasi lokal tersebut untuk membangun kesadaran kolektif: bahwa menjaga kelestarian alam dan keutuhan sosial adalah satu-satunya jalan demi kelangsungan hidup bersama di tengah krisis bumi saat ini.
Salman Alvares
Sebagai seseorang yang memiliki ketertarikan terhadap budaya dan mitologi, saya pertama kali mengenal cerita Aul melalui sutradara kami, Bandera, yang berasal dari Sunda. Aul bagi saya bukan sekadar sosok mitologis, tetapi sebuah gambaran tentang hubungan manusia dengan alam dan bagaimana keseimbangan tersebut dijaga melalui cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari sana, saya melihat bahwa Aul memiliki ruang yang lebih luas untuk dibicarakan, terutama ketika dikaitkan dengan persoalan ekosistem dan lingkungan yang kita hadapi hari ini. Sebagai produser, saya memiliki harapan agar AUL: The Forgotten Wolf tidak berhenti sebagai sebuah film yang memperkenalkan kembali sosok Aul, tetapi juga dapat membuka ruang refleksi mengenai bagaimana kita memperlakukan alam dan apa yang terjadi ketika hubungan tersebut mulai terputus. Saya percaya bahwa film memiliki kemampuan untuk membawa sebuah persoalan menjadi lebih dekat dengan penontonnya, bukan dengan memberikan jawaban, tetapi dengan meninggalkan pertanyaan.
Festivals & Screenings
Official Selection
-
Jakarta World Cinema KlikFilm Short Movie Competition 20262026
-
-
Screening
-
Ongoing
-
-
Cast & Key Crew
Cast (Pemeran)
Key Production Crew
Behind The Scenes (BTS)
Technical Specifications
Press Kit & Media Assets
Unduh dokumen resmi Press Kit terintegrasi yang berisi Hi-Res Stills, poster resmi, lembar biodata sutradara, dan lembar fakta film untuk keperluan jurnalistik & kurasi festival.